Gagalnya Pentas Seni Mereka

Description

Description

SMA Sabilulungan bukan sekolah favorit di Bandung. Satu-satunya kebanggaan mereka yaitu piala yang tidak terlalu bergengsi sebagai sekolah berbahasa Indonesia terbaik. Penghargaan ini terasa aneh karena semua sekolah saat itu berlomba menjadi sekolah bertaraf internasional dan mewajibkan para siswa fasih berbahasa Inggris. Sebagai kado ulang tahun, sekolah ini mendapat kejutan yang tidak menyenangkan. Pentas seni yang dirancang oleh murid-muridnya dibatalkan oleh Kepala Sekolah saat seharusnya acara itu dimulai. Awalnya, panitia mengira polisi tidak memberikan izin untuk kegiatan itu. Namun, ternyata menurut bukti yang ditunjukkan oleh polisi, surat izin sudah dikirimkan lewat faks beberapa menit sebelum acara dibatalkan. Meskipun begitu, panitia tidak menerima surat itu. Muncul dugaan acara itu dibajak oleh pengurus OSIS sendiri dengan cara menyembunyikan kertas faks berisi izin polisi. Parahnya lagi, sponsor meminta panitia membuat acara pengganti.

Tiga tokoh di pusat cerita—Bagja, Arta, dan Bima—terjebak dalam pusaran buruk sangka yang sama sekali tidak berkaitan dengan gagalnya pentas seni. Mereka saling mencurigai siapa yang menjadi musuh dalam selimut, padahal musuh tak terlihat itu adalah prasangka. Gagalnya pentas seni itu menyulut kembali perselisihan antara Bagja dan Bima yang dimulai sejak masa orientasi sekolah. Muncullah rivalitas klasik di antara kakak dan adik kelas Cerita tidak diakhiri dengan munculnya pahlawan dan pecundang. Tidak ada yang benar-benar salah dan salah-salah benar dalam cerita ini. Semangat motivasi dan kepemimpinan akan menjadi jalan keluar polemik ini.

Reviews (0)

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Gagalnya Pentas Seni Mereka”

Your email address will not be published. Required fields are marked *